
Manchester United
Manchester United menelan pil pahit kekalahan memalukan dari Liverpool, memperpanjang derita dalam apa yang disebut-sebut sebagai musim terburuk mereka di Premier League. Skor agregat 0-9 melawan rival abadi mereka menjadi cerminan nyata dari rapuhnya skuad Setan Merah. Performa pasif tanpa tembakan ke gawang di babak pertama dan minimnya respons di babak kedua menunjukkan kurangnya semangat juang dan kebanggaan diri para pemain, memicu kekecewaan mendalam dari para penggemar.
Situasi diperparah dengan dugaan banyak pemain yang tidak lagi memiliki keinginan untuk bermain bagi klub, terlihat dari sikap apatis di lapangan dan minimnya agresivitas. Bahkan, beberapa penggemar sudah meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir, sebuah pemandangan yang tak terbayangkan dalam laga sekelas Liverpool kontra United. Krisis ini bukan hanya tentang hasil di lapangan, melainkan juga mentalitas dan komitmen para pemain yang dipertanyakan.
Dengan lima pertandingan tersisa, termasuk laga berat melawan Arsenal dan Chelsea, Manchester United diprediksi akan mengukir rekor musim terburuk dalam sejarah Premier League dari segi perolehan poin. Situasi ini memunculkan desakan agar klub segera melakukan perombakan besar-besaran untuk menemukan pemain-pemain yang benar-benar berdedikasi dan mengembalikan marwah Manchester United sebagai salah satu klub terbesar di dunia.