Leicester City harus mulai bersiap menghadapi kemungkinan hengkangnya bek Wout Faes dan penyerang Stephy Mavididi sebelum bursa transfer musim panas ditutup. Pelatih Leicester City, Russell Martin, secara terbuka mengakui bahwa klub harus memiliki rencana matang seandainya kedua pemain andalan tersebut akhirnya memutuskan untuk mencari tantangan baru.
Kepastian mengenai masa depan kedua pemain tersebut menjadi sorotan setelah Faes dan Mavididi tidak masuk dalam skuad Leicester City saat bermain imbang 1-1 melawan Notts County pada laga pembuka League One, Sabtu lalu. Padahal, keduanya sempat terlibat dalam program pramusim tim, termasuk saat Mavididi tampil sebagai starter di ajang EFL Cup melawan Northampton.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
Subscribe"Kami sedang mengelola perubahan ini dengan cara terbaik. Mereka sangat menghormati klub, dan kami pun memperlakukan mereka dengan hormat," ujar Martin seperti dikutip dari BBC Radio Leicester.
Meskipun mengakui adanya ketertarikan dari klub lain, Martin menegaskan bahwa Leicester City telah menolak sejumlah tawaran yang masuk untuk Faes dan Mavididi. Namun, ia menyadari bahwa situasi pasar transfer masih sangat dinamis dan sulit untuk diprediksi dalam waktu dekat.
Strategi Russell Martin Hadapi Skuad Muda Leicester City
"Kami harus bersiap untuk bermain tanpa mereka. Jika mereka tetap bertahan, tentu tidak ada masalah dan kami akan sangat senang, tetapi melihat level minat yang ada, ini adalah situasi yang masih terus berjalan," imbuhnya.
Martin pun menegaskan bahwa Leicester City tidak dalam posisi terburu-buru untuk melepas pemain, namun klub harus tetap realistis dalam menghadapi dinamika bursa transfer yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Russell Martin menyoroti aspek mentalitas skuad mudanya yang terlihat cemas saat menghadapi tekanan di menit-menit akhir pertandingan melawan Notts County. Menurutnya, kurangnya ketenangan dalam menguasai bola di 20 menit terakhir menjadi faktor utama kegagalan Leicester City meraih kemenangan di laga tersebut.
"Itu menjadi pelajaran terbesar bagi kami. Jika kami tidak saling menjaga bola dengan baik, permainan tidak akan berpihak kepada kami," jelas mantan pelatih tersebut mengenai hasil imbang di Meadow Lane.