Kebijakan transfer Arsenal dalam memburu penyerang baru kerap memancing tanda tanya besar dari para pengamat sepak bola Inggris. Klub berjuluk Meriam London tersebut dinilai enggan mengulangi strategi sukses masa lalu seperti yang kerap diterapkan manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, dalam memperkuat lini depan timnya.
"Sir Alex Ferguson adalah seorang maestro dalam merekrut penyerang dari klub semenjana Liga Inggris untuk memperkuat lini serang Manchester United tanpa harus pusing memikirkan adaptasi," tulis laporan pengamat sepak bola internasional terkait pola belanja klub besar.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeStrategi tersebut terbukti ampuh melalui sederet nama besar seperti Dwight Yorke, Teddy Sheringham, hingga Robin van Persie yang langsung nyetel dengan ketatnya kompetisi domestik. Namun, pendekatan pragmatis semacam ini justru tampak dihindari oleh manajemen Arsenal dalam beberapa musim terakhir.
Bahkan, ketika Arsenal sukses mendatangkan Leandro Trossard dari Brighton and Hove Albion dengan harga miring pada 2023, pembelian tersebut dianggap sebagai sebuah anugerah tak terduga ketimbang hasil perencanaan transfer jangka panjang yang konsisten.
Peluang Emas Bursa Transfer yang Terlewatkan Arsenal
Trossard langsung menjelma sebagai pahlawan lini serang dan pilar penting bagi skuad asuhan Mikel Arteta tanpa memerlukan waktu adaptasi yang panjang di Stadion Emirates.
Sayangnya, keberhasilan transfer pemain asal Belgia itu tidak lantas membuat manajemen Arsenal lebih agresif memburu penyerang teruji lainnya dari klub-klub non "big six" di kompetisi domestik.
Catatan historis menunjukkan bahwa Arsenal sempat dikaitkan dengan sejumlah nama penyerang potensial yang bersinar di klub medioker Liga Inggris. Namun, manajemen klub kerap memilih mundur atau ragu-ragu ketika harga pemain tersebut melonjak tinggi di pasaran.
"Arsenal terlihat sangat berhati-hati dan enggan membayar mahal untuk pemain depan Liga Inggris, meskipun mereka tidak ragu menggelontorkan dana besar untuk memperkuat lini tengah tim," ulas laporan mendalam mengenai aktivitas belanja klub.