Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini dihadapkan pada pekerjaan rumah yang sangat berat setelah timnya menelan kekalahan kekalahan kedua dalam rangkaian tur pramusim di Inggris melawan Brighton. Penampilan skuad Giallorossi dinilai masih menyisakan banyak celah krusial, terutama terkait kerapuhan lini belakang serta efektivitas dalam mengantisipasi serangan balik cepat lawan.
Berdasarkan jalannya pertandingan, AS Roma sebenarnya sempat mengimbangi permainan lawan pada babak pertama sebelum akhirnya kecolongan dua gol akibat kesalahan sendiri dan transisi bertahan yang lambat. Meskipun pelatih melihat adanya beberapa aspek positif dari permainan tim, kelemahan mendasar dalam menutup ruang gerak lawan membuat gawang Giallorossi bobol dengan mudah.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeDalam evaluasi menyeluruh menjelang bergulirnya kompetisi resmi Serie A, sektor pertahanan dan koordinasi antar lini menjadi fokus utama yang wajib diperbaiki oleh sang juru taktik asal Italia tersebut. Giallorossi dituntut segera menemukan formula terbaik agar tidak kembali mengulangi kesalahan serupa ketika menghadapi tim-tim dengan intensitas permainan yang jauh lebih tinggi.
Selain persoalan taktik di atas lapangan, manajemen klub juga diharapkan bisa segera memberikan tambahan amunisi baru di bursa transfer guna memperdalam kedalaman skuad AS Roma. Kehadiran pemain berkualitas di posisi tertentu sangat dibutuhkan agar tim asuhan Gasperini mampu bersaing secara kompetitif baik di liga domestik maupun di ajang Eropa.
Evaluasi Performa Pemain Kunci AS Roma
Paulo Dybala tampil sebagai salah satu pemain yang menunjukkan performa paling konsisten dan menjadi sedikit pengecualian positif di tengah hasil negatif yang diraih tim. Penyerang kreatif asal Argentina tersebut memperlihatkan kondisi fisik yang prima serta visi permainan tajam yang diharapkan mampu terus dipertahankan sepanjang musim.
Di sisi lain, beberapa pemain andalan seperti Gianluca Mancini dan Evan Ndicka masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi fisik serta ketajaman terbaik mereka setelah melalui periode persiapan yang berat. Inkonsistensi performa sejumlah pilar utama ini menjadi tantangan tersendiri bagi staf pelatih dalam meracik komposisi tim terbaik.
Pemain baru seperti Donyell Malen juga masih memerlukan proses adaptasi lebih lama untuk menemukan sentuhan terbaiknya setelah melalui masa-masa sulit usai turnamen internasional sebelumnya. Upaya pemulihan mental dan fisik para penggawa anyar menjadi prioritas penting yang harus diselesaikan dalam sisa waktu pramusim.
Dengan sisa waktu yang semakin sedikit sebelum kompetisi resmi dimulai, AS Roma harus memanfaatkan sesi latihan di Trigoria secara maksimal untuk membenahi segala kekurangan yang ada. Ketegasan Gasperini dalam merombak strategi diharapkan mampu mengangkat kembali mentalitas bertanding skuad Giallorossi.