Pabrikan otomotif asal Prancis, Renault, menorehkan tinta emas dalam sejarah ajang balap paling bergengsi di dunia, Formula One, dengan keterlibatan panjang sebagai tim pemilik maupun penyuplai mesin dalam rentang waktu 1977 hingga 2025. Sejak tahun 2021, tim pabrikan ini resmi bertransformasi dengan mengusung nama Alpine, yang sebelumnya lama berkompetisi menggunakan identitas Renault.
Langkah awal Renault di Formula One dimulai pada tahun 1977 ketika mereka memperkenalkan mesin turbo melalui model andalan mereka, mesin EF1. Terobosan inovatif tersebut membawa angin segar sekaligus tantangan besar bagi dunia balap, mengingat mereka menjadi pionir dalam penggunaan teknologi mesin turbo secara reguler.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeSetelah sempat pasang surut dan melakukan penarikan diri serta kembalinya mereka ke lintasan balap, Renault membuktikan kapasitasnya sebagai pemasok mesin yang tangguh. Puncak kejayaan mereka sebagai penyuplai mesin diraih ketika berhasil mengantar tim-tim besar seperti Williams dan Red Bull Racing mendominasi gelar juara dunia konstruktor maupun pebalap.
Kini, warisan besar yang ditinggalkan oleh Renault di ajang Formula One tetap dikenang sebagai salah satu fondasi penting perkembangan teknologi mesin balap modern. Kontribusi luar biasa mereka menempatkan merek asal Prancis ini di jajaran atas sejarah kejayaan ajang adu kecepatan roda empat.
Transformasi dan Dominasi Mesin Renault di Ajang F1
Berbagai pencapaian gemilang, mulai dari era perintis mesin turbo hingga era modern di bawah bendera Alpine, memperlihatkan bagaimana dedikasi Renault mampu mengubah peta persaingan Formula One secara keseluruhan. Catatan prestasi tersebut menjadikan Renault sebagai salah satu nama paling ikonik di dunia motorsport.
Transformasi besar terus dilakukan oleh Renault sepanjang keikutsertaan mereka di Formula One, termasuk saat mengakuisisi tim Benetton yang berbasis di Enstone pada tahun 2000. Keputusan strategis tersebut berbuah manis ketika mereka sukses merebut gelar juara dunia pebalap dan konstruktor secara beruntun pada musim 2005 dan 2006.
Selain sukses sebagai pemilik tim, reputasi Renault sebagai penyuplai mesin juga sangat diperhitungkan berkat dominasi mereka bersama Red Bull Racing pada periode 2010 hingga 2013. Kerjasama tersebut menghasilkan banyak kemenangan krusial yang mengukuhkan posisi Renault di jajaran elite pabrikan mesin F1.
Perjalanan panjang Renault diwarnai pula oleh berbagai tantangan teknis, terutama pada masa-masa awal kehadiran mereka di tahun 1970-an saat mobil bermesin turbo kerap mengalami kendala reliabilitas. Namun, ketekunan dalam melakukan pengembangan riset berhasil membalikkan keadaan hingga menjadi pesaing yang disegani di lintasan.