International Standard Serial Number atau yang biasa dikenal sebagai ISSN merupakan kode delapan digit yang berfungsi untuk mengidentifikasi publikasi berkala secara unik, seperti halnya majalah. Keberadaan kode ini sangat membantu dalam membedakan antara berbagai publikasi berkala yang kebetulan memiliki kesamaan judul di berbagai belahan dunia.
Sistem pengkodean ini pertama kali dirancang sebagai standar internasional oleh International Organization for Standardization atau ISO pada tahun 1971 dan resmi diterbitkan dengan nama ISO 3297 pada tahun 1975. Hingga saat ini, standar tersebut terus dikelola secara berkala oleh subkomite ISO TC 46 SC 9 guna memastikan konsistensi penggunaannya.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeDalam penerapannya, ketika sebuah publikasi diterbitkan dalam lebih dari satu jenis media, maka sistem akan memberikan nomor yang berbeda untuk masing-masing format tersebut. Sebagai contoh, sebuah majalah yang hadir dalam bentuk cetak dan elektronik tentu akan memiliki rincian pengenal tersendiri untuk mempermudah proses pendataan di perpustakaan.
Adapun struktur dari nomor pengenal ini terdiri dari delapan digit angka yang dipisahkan oleh tanda hubung menjadi dua bagian dengan masing-masing empat digit. Digit terakhir pada deretan angka tersebut biasanya berfungsi sebagai angka pengecekan yang dapat berupa angka nol hingga sembilan ataupun huruf X.
Fungsi dan Perkembangan Sistem Pengkodean ISSN
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, sistem pengkodean ini turut mengalami penyesuaian guna mengakomodasi berbagai kebutuhan penelusuran digital. Kehadiran inovasi lanjutan seperti Linking ISSN atau ISSN-L memungkinkan berbagai versi media dari satu judul publikasi tetap terhubung dengan baik dalam satu sistem.
Jaringan Pusat Nasional ISSN yang biasanya berpusat di perpustakaan nasional masing-masing negara memegang tanggung jawab penuh dalam mengeluarkan nomor identifikasi tersebut. Seluruh data penomoran ini kemudian dicatat secara terpusat oleh ISSN International Centre yang berkedudukan di Paris, Prancis.
Dibandingkan dengan nomor pengenal buku atau ISBN yang berfokus pada karya tunggal, nomor pengenal serial ini bersifat anonim dan tidak mencantumkan informasi mengenai penerbit maupun lokasi penerbitannya. Oleh karena itu, perubahan judul yang terlalu besar pada sebuah publikasi biasanya akan mengharuskan penerbit untuk mendapatkan nomor pengenal yang baru.
Berbagai layanan modern seperti mesin pencari, katalog perpustakaan, hingga pangkalan pengetahuan kini sangat mengandalkan keberadaan nomor pengenal standar ini untuk memudahkan pengguna dalam menemukan referensi. Dengan demikian, sistem pengkodean ini tetap menjadi standar penting dalam dunia literatur ilmiah dan publikasi global hingga saat ini.