Tim sepak bola Aragon merupakan skuad resmi untuk wilayah Aragon di Spanyol yang tidak berafiliasi dengan FIFA, UEFA, maupun NF-Board sehingga hanya berpartisipasi dalam laga persahabatan tanpa tampil di turnamen internasional resmi. Eksistensi tim ini berakar dari pendirian Federasi Sepak Bola Aragon pada 25 Januari 1922 yang kemudian melahirkan laga debut bersejarah melawan Osasuna di Campo del Arrabal Zaragoza pada 28 Mei tahun yang sama.
Pertandingan perdana tersebut sukses menyedot antusiasme luar biasa dari publik Zaragoza yang belum pernah terlihat sebelumnya di wilayah tersebut. Skuad Aragon saat itu tidak hanya dihuni oleh pemain lokal murni, melainkan gabungan pilar dari klub-klub utama kota seperti Iberia, Fuenclara, dan Universidad, termasuk pemain yang kelak membela tim nasional Spanyol seperti Julio Ostalé.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeLonjakan minat masyarakat terhadap sepak bola pasca debut tersebut mendorong Federasi Aragon untuk segera bergabung dengan Federasi Sepak Bola Spanyol. Sebagai bentuk perayaan, tim Aragon mendapat kehormatan untuk menghadapi raksasa Spanyol yakni Real Madrid dan Barcelona selama perayaan Fiestas del Pilar.
Perjalanan panjang skuad ini diwarnai berbagai momen penting termasuk hasil imbang 1-1 saat menghadapi Timnas Spanyol pada 8 Desember 1926 serta kemenangan gemilang 3-1 atas Catalonia berkat hat-trick dari Burillo pada 22 Juni 1930. Kendati sempat mengalami fase mati suri dan stagnasi selama dua dekade, tim ini beberapa kali bangkit melalui laga uji coba bersejarah melawan Castilla y León hingga menjamu tim nasional Chili di Stadion La Romareda.
Sejarah Kebangkitan dan Laga Bersejarah di La Romareda
Setelah sempat tenggelam dalam ketidakpastian selama bertahun-tahun, tim sepak bola Aragon kembali bangkit pada tahun 1998 untuk menghadapi Castilla y León di Stadion Los Pajaritos yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Pertemuan jilid kedua yang dihelat di Stadion La Romareda pada tahun 2002 bahkan sukses dimenangkan oleh Aragon dengan skor meyakinkan 3-0 berkat gol-gol dari Fernando Soriano, Paco Salillas, dan Txiki.
Meskipun animo publik sempat mengalami penurunan seiring berjalannya waktu, babak penting terakhir dalam sejarah tim ini tercipta pada 28 Desember 2006 di Stadion La Romareda. Di bawah arahan pelatih Víctor Fernández, skuad Aragon menurunkan deretan pemain ternama seperti Álvaro Arbeloa, Alberto Zapater, Cani, hingga Pablo Alfaro saat menghadapi tim nasional Chili.
Pertandingan sarat gengsi tersebut berhasil dimenangkan oleh Aragon secara dramatis berkat gol tunggal penyerang pengganti Javi Suárez pada masa injury time babak kedua. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi penutup manis bagi perjalanan panjang skuad otonomi tersebut di kancah sepak bola non-resmi internasional.
Hingga saat ini, kiprah tim sepak bola Aragon tetap dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perkembangan olahraga di wilayah tersebut meskipun mereka memilih jalur mandiri tanpa naungan badan sepak bola dunia maupun Eropa.