Egyptian Football Association (EFA) merupakan induk organisasi resmi yang mengatur dan menaungi persepakbolaan di seluruh wilayah Mesir. Berpusat di kawasan Gezira, Kairo, organisasi ini didirikan pada tahun 1921 dan resmi bergabung menjadi anggota FIFA sejak tahun 1923 serta menjadi salah satu pendiri konfederasi sepak bola Afrika, CAF.
Perjalanan panjang sepak bola di negeri piramida ini bermula pada tahun 1882 ketika olahraga modern tersebut pertama kali diperkenalkan oleh pasukan pendudukan asing. Pemuda lokal di Kairo, Aleksandria, dan kota-kota Terusan Suez yang awalnya hanya menjadi penonton lambat laun mulai membentuk tim-tim lingkungan hingga akhirnya memicu lahirnya tim nasional pertama pada tahun 1895.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeSeiring berjalannya waktu, elemen nasionalis Mesir berjuang keras untuk melepaskan diri dari pengaruh asing dan melakukan pribumisasi terhadap sepak bola lokal. Puncak dari perjuangan tersebut terjadi pada 3 Desember 1921 ketika EFA secara resmi didirikan dengan kepengurusan pertama yang dipimpin oleh Jaafar Wali Pasha sebagai presiden.
Kini, EFA bertanggung jawab penuh atas sistem liga sepak bola Mesir mulai dari kasta profesional hingga kompetisi regional, serta mengelola tim nasional putra dan putri. Di bawah kepemimpinannya, sepak bola Mesir terus berkembang menjadi salah satu kekuatan utama dan paling disegani di kancah sepak bola benua Afrika.
Sejarah Panjang Perkembangan Sepak Bola di Mesir
Aktivitas sepak bola di Mesir pada mulanya terbatas pada turnamen antar-komunitas asing dan tim sekolah sebelum akhirnya mendapat wadah resmi melalui kompetisi lokal. Kesuksesan Piala Sultan Hussein pada tahun 1917 turut memberikan dampak besar bagi semakin masifnya penyebaran dan kecintaan masyarakat terhadap olahraga si kulit bundar ini.
Revolusi Mesir pada tahun 1919 melawan pendudukan Inggris semakin membakar semangat para tokoh nasionalis untuk mengambil alih kendali penuh atas pengelolaan sepak bola nasional dari tangan asing. Ibrahim Allam dan Hussein Hegazi menjadi tokoh sentral yang memprakarsai pertemuan penting pada September 1919 guna mewujudkan kemandirian federasi sepak bola setempat.
Setelah melalui berbagai proses konsolidasi dan pembentukan konstitusi organisasi, EFA akhirnya menempati sejumlah kantor sekretariat sebelum menetap secara permanen di Jalan El-Gabalaya, Gezira, Kairo. Kantor pusat ini menjadi pusat komando dari seluruh hajatan besar sepak bola domestik yang bergulir setiap tahunnya di Mesir.
Selain urusan kompetisi domestik, sejarah EFA juga tidak lepas dari dinamika sosial dan isu-isu inklusivitas yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di Mesir. Meskipun demikian, komitmen organisasi dalam memajukan prestasi tim nasional Mesir di kancah internasional tetap menjadi fokus utama perjalanan sejarah mereka hingga saat ini.