Loading
Staci Almquist Staci Almquist
Menu
/home / berita / Profil Stade Bergeyre, Stadion...
BERITA

Profil Stade Bergeyre, Stadion Legendaris Paris yang Berumur Singkat

By Jabin Ariesto Vivaldi • 3 min read • 18 Agustus 2026
Profil sejarah Stade Bergeyre stadion legendaris di Paris Prancis yang hancur

Profil sejarah Stade Bergeyre stadion legendaris di Paris Prancis yang hancur

Stade Bergeyre merupakan stadion olahraga bersejarah yang terletak di timur laut kota Paris, tepatnya di kawasan arondisemen ke-19 ibu kota Prancis. Stadion yang berdiri dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton ini dibangun pada Agustus 1918 berkat dukungan finansial dari Jacques Sigrand di tengah situasi era Perang Dunia I.

Nama stadion ini diambil untuk mengenang Robert Bergeyre, seorang atlet rugbi muda asal Prancis yang gugur dalam usia 20 tahun di medan pertempuran Perang Dunia I. Keberadaan stadion tersebut awalnya difungsikan sebagai markas utama klub sepak bola Olympique Paris serta arena pertandingan rugbi dan atletik.

Puncak sejarah stadion ini terjadi pada tahun 1924 ketika Stade Bergeyre dipercaya menjadi salah satu venue resmi yang menggelar berbagai pertandingan sepak bola dan rugbi dalam ajang multievent bergengsi Olimpiade Musim Panas 1924 di Paris.

Namun, usia fasilitas olahraga megah ini tergolong sangat singkat karena laju pertumbuhan penduduk Kota Paris yang sangat pesat menuntut ketersediaan lahan baru. Hanya dalam kurun waktu delapan tahun sejak beroperasi, stadion tersebut akhirnya harus dirobohkan pada tahun 1926.

Jejak Singkat Kejayaan dan Pembongkaran Stade Bergeyre

Paris

Meskipun bangunannya sudah lama hilang diratakan dengan tanah, jejak sejarah stadion ini masih diabadikan melalui penamaan kawasan sekitar yang kini dikenal sebagai perumahan Butte Bergeyre. Kawasan tersebut tetap mempertahankan memori kejayaan masa lalu olahraga Prancis di tengah hiruk-pikuk kota Paris.

Keputusan pembongkaran Stade Bergeyre diambil oleh pemerintah kota Paris karena kebutuhan mendesak akan lahan pemukiman bagi warga yang terus bertambah. Lahan bekas stadion yang dulunya riuh oleh sorak penonton olahraga kini sepenuhnya bertransformasi menjadi kawasan pemukiman padat.

Selain menggelar pertandingan sepak bola dan rugbi tingkat nasional maupun internasional, kompleks lapangan ini dulunya juga sering dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan hiburan rakyat seperti pertunjukan sirkus keliling. Fleksibilitas penggunaan tersebut sempat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Paris pada masa itu.

Sebagai venue Olimpiade 1924, nama stadion ini sejajar dengan beberapa arena bersejarah lainnya di Prancis seperti Stade Yves-du-Manoir dan Stade Pershing. Kontribusinya dalam sejarah olahraga dunia tetap tercatat meski eksistensi fisiknya hanya seumur jagung.

Topics
stade bergeyre paris prancis olimpiade 1924 sejarah stadion olympique paris rugbi sepak bola butte bergeyre olahraga
Jurnalis Berita Bola

Jabin Ariesto Vivaldi adalah jurnalis sepak bola yang meliput berbagai kompetisi. Lulusan SMA N 1 Muntilan, ia menyajikan berita terbaru dari berbagai liga dan turnamen dengan gaya penulisan yang lugas dan informatif.