Stade Bergeyre merupakan stadion olahraga bersejarah yang terletak di timur laut kota Paris, tepatnya di kawasan arondisemen ke-19 ibu kota Prancis. Stadion yang berdiri dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton ini dibangun pada Agustus 1918 berkat dukungan finansial dari Jacques Sigrand di tengah situasi era Perang Dunia I.
Nama stadion ini diambil untuk mengenang Robert Bergeyre, seorang atlet rugbi muda asal Prancis yang gugur dalam usia 20 tahun di medan pertempuran Perang Dunia I. Keberadaan stadion tersebut awalnya difungsikan sebagai markas utama klub sepak bola Olympique Paris serta arena pertandingan rugbi dan atletik.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribePuncak sejarah stadion ini terjadi pada tahun 1924 ketika Stade Bergeyre dipercaya menjadi salah satu venue resmi yang menggelar berbagai pertandingan sepak bola dan rugbi dalam ajang multievent bergengsi Olimpiade Musim Panas 1924 di Paris.
Namun, usia fasilitas olahraga megah ini tergolong sangat singkat karena laju pertumbuhan penduduk Kota Paris yang sangat pesat menuntut ketersediaan lahan baru. Hanya dalam kurun waktu delapan tahun sejak beroperasi, stadion tersebut akhirnya harus dirobohkan pada tahun 1926.
Jejak Singkat Kejayaan dan Pembongkaran Stade Bergeyre
Meskipun bangunannya sudah lama hilang diratakan dengan tanah, jejak sejarah stadion ini masih diabadikan melalui penamaan kawasan sekitar yang kini dikenal sebagai perumahan Butte Bergeyre. Kawasan tersebut tetap mempertahankan memori kejayaan masa lalu olahraga Prancis di tengah hiruk-pikuk kota Paris.
Keputusan pembongkaran Stade Bergeyre diambil oleh pemerintah kota Paris karena kebutuhan mendesak akan lahan pemukiman bagi warga yang terus bertambah. Lahan bekas stadion yang dulunya riuh oleh sorak penonton olahraga kini sepenuhnya bertransformasi menjadi kawasan pemukiman padat.
Selain menggelar pertandingan sepak bola dan rugbi tingkat nasional maupun internasional, kompleks lapangan ini dulunya juga sering dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan hiburan rakyat seperti pertunjukan sirkus keliling. Fleksibilitas penggunaan tersebut sempat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Paris pada masa itu.
Sebagai venue Olimpiade 1924, nama stadion ini sejajar dengan beberapa arena bersejarah lainnya di Prancis seperti Stade Yves-du-Manoir dan Stade Pershing. Kontribusinya dalam sejarah olahraga dunia tetap tercatat meski eksistensi fisiknya hanya seumur jagung.