Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menghadapi badai krisis reputasi menyusul laporan investigasi terbaru yang memuat berbagai kontroversi masa lalu saat dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.
Berdasarkan laporan media Inggris The Telegraph, Infantino disorot terkait pembayaran uang pesangon sebesar 175 ribu euro yang diberikan kepada seorang mantan staf administrasi UEFA di tengah isu hubungan personal.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeSelain persoalan pesangon, dokumen tersebut juga mengungkit friksi lama antara Infantino dengan mantan Presiden UEFA Michel Platini yang berujung pada sanksi dan lengsernya legenda sepak bola Prancis itu dari tampuk kekuasaan.
Kini, tekanan terhadap Infantino semakin berlipat ganda setelah sejumlah konfederasi sepak bola besar dunia mulai mempertanyakan kepemimpinannya di tengah tumpukan laporan pelanggaran etik.
Ancaman Mosi Tidak Percua Konfederasi Sepak Bola Dunia
Konfederasi sepak bola dari berbagai belahan dunia secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai sewenang-wenang di tubuh organisasi tertinggi sepak bola internasional tersebut.
Sebanyak 142 dari total 211 federasi anggota dilaporkan telah menunjukkan sikap berseberangan, yang mengindikasikan hilangnya dukungan mayoritas bagi kepemimpinan Infantino menjelang agenda pemilihan mendatang.
Komite Etik FIFA juga didesak untuk segera mengusut tuntas berbagai kebijakan kontroversial, termasuk polemik pemberian penghargaan khusus hingga dugaan intervensi regulasi turnamen internasional.
Situasi kian pelik bagi Infantino karena desakan mundur dan ancaman mosi tidak percaya kini mengancam kelangsungsungguhnya di kursi nomor satu organisasi sepak bola dunia.