Profil Luis de la Fuente menarik untuk disimak setelah sang pelatih sukses mencatatkan sejarah gemilang bersama Timnas Spanyol di kancah sepak bola internasional. Lahir di Haro, La Rioja, pada 21 Juni 1961, pelatih berusia 65 tahun ini telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk perkembangan sepak bola Spanyol baik sebagai mantan pemain profesional maupun juru taktik handal.
Semasa aktif sebagai pemain, de la Fuente merupakan seorang bek kiri tangguh yang mencatatkan total 254 penampilan di La Liga bersama klub-klub top seperti Athletic Bilbao dan Sevilla. Ia bahkan turut merasakan manisnya dua gelar juara liga serta Copa del Rey bersama Athletic Bilbao pada era 1980-an sebelum akhirnya gantung sepatu di klub Alaves pada usia 33 tahun.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeKarier kepelatihannya dimulai dari tim-tim akar rumput hingga akhirnya dipercaya menangani kelompok umur Timnas Spanyol sejak 2013. Di bawah didikannya, tim muda La Roja berhasil merajai Eropa dengan menjuarai Piala Eropa U-19 pada 2015 serta Piala Eropa U-21 pada 2019, dan mempersembahkan medali perak di ajang Olimpiade Tokyo.
Puncak kesuksesan de la Fuente terjadi ketika ia ditunjuk menakhodai tim senior Spanyol pada Desember 2022 menggantikan Luis Enrique. Ia langsung mempersembahkan trofi UEFA Nations League 2023, disusul kesuksesan luar biasa menjuarai Euro 2024, hingga puncaknya merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina di partai final.
Filosofi Permainan dan Kehidupan Pribadi
Keberhasilan tersebut menjadikan de la Fuente sebagai pelatih tertua yang mampu memenangkan turnamen Piala Dunia serta mengukir rekor dunia tak terkalahkan dalam 38 pertandingan beruntun bersama tim nasional. Dengan filosofi bermain yang mengandalkan kedekatan emosional dengan para pemain muda jebolan akademi, ia sukses membawa Spanyol kembali menjadi kekuatan paling ditakuti di dunia.
Gaya kepelatihan de la Fuente dikenal sangat erat kaitannya dengan latar belakangnya yang lama mengabdi di kelompok usia muda. Ia gemar bekerja sama dengan para pemain yang sudah dikenalnya sejak lama seperti Mikel Merino, Dani Olmo, dan Fabian Ruiz, demi membangun kekompakan tim tanpa pemain bintang yang egois.
"Kami datang dari latar belakang pembinaan usia dini, komitmen kami kepada orang-orang yang kami percayai di sistem pembinaan bukanlah sebuah kepura-puraan melainkan sebuah keyakinan," ujar de la Fuente menjelaskan filosofi kepelatihannya yang selalu mengutamakan kerja sama tim.
Secara taktik, pelatih kelahiran La Rioja ini kerap menerapkan permainan dominan penguasaan bola yang dipadukan dengan pemanfaatan penyerang tengah murni serta skema umpan silang berbahaya ke dalam kotak penalti lawan. Pendekatan modern ini terbukti ampuh membongkar pertahanan ketat tim-tim kuat dunia di berbagai ajang mayor.