Reichsadler merupakan lambang burung elang heraldik yang diturunkan dari standar elang Romawi, yang dulunya digunakan oleh para Kaisar Romawi Suci, Kaisar Austria, hingga menghiasi lambang negara modern Austria dan Jerman saat ini.
Berdasarkan tradisi heraldika, lambang elang ini pada awalnya merujuk pada komando berdaulat serta kekaisaran itu sendiri, alih-alih sekadar merepresentasikan individu atau dinasti tertentu dari sang penguasa.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeKerajaan Franka kemudian mengadopsi simbol kuno tersebut untuk melegitimasi hubungan mereka dengan Kekaisaran Romawi, sebuah konsep translatio imperii yang diwujudkan dalam berbagai arsitektur dan artefak istana.
Seiring berjalannya waktu, penggunaan lambang elang kekaisaran ini semakin populer di tangan para penguasa abad pertengahan seperti Kaisar Frederick Barbarossa yang mencantumkannya di berbagai panji dan koin.
Transformasi Makna dan Penggunaan di Era Modern
Perkembangan bentuk Reichsadler mengalami berbagai penyesuaian dinamis, termasuk kemunculan varian elang berkepala dua yang kerap diasosiasikan dengan status kekaisaran tingkat tinggi.
Memasuki abad ke-19 hingga abad ke-20, simbol burung elang ini sempat diadopsi kembali oleh berbagai rezim politik di Jerman dan Austria dengan penyesuaian atribut kekuasaan masing-masing.
Meskipun sempat disalahgunakan sebagai lambang resmi oleh rezim Nazi pada masa Perang Dunia Kedua, esensi historis lambang ini tetap dilestarikan.
Hingga hari ini, bentuk modifikasi dari lambang elang tersebut masih dapat dijumpai pada atribut kenegaraan Republik Federal Jerman dan Republik Austria.