Hasil skor UEFA Super Cup 2007 berakhir dengan kemenangan AC Milan atas Sevilla dengan kedudukan 3-1 di Stade Louis II, Monaco, pada 31 Agustus 2007. Laga bergengsi antara juara UEFA Champions League dan juara UEFA Cup ini berlangsung penuh emosional di tengah duka mendalam atas meninggalnya gelandang Sevilla, Antonio Puerta.
Sevilla sempat unggul lebih dulu melalui gol Renato pada menit ke-14. Namun, AC Milan mampu membalikkan keadaan di babak kedua berkat gol Filippo Inzaghi, Marek Jankulovski, dan Kaka. Kemenangan ini memastikan AC Milan meraih gelar UEFA Super Cup kelima sepanjang sejarah klub.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribePara pemain Sevilla sempat melakukan selebrasi emosional dengan menunjuk ke arah langit setelah gol pembuka Renato. Meskipun dalam kondisi berduka, seluruh pemain dari kedua tim tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dengan memberikan penghormatan khusus kepada Antonio Puerta melalui nama yang tersemat di jersey mereka selama pertandingan.
Keunggulan teknis AC Milan terlihat jelas setelah turun minum. Filippo Inzaghi menyamakan kedudukan melalui sundulan, diikuti oleh gol Marek Jankulovski, dan ditutup dengan aksi impresif Kaka yang memastikan kemenangan Rossoneri. Kemenangan ini mencatatkan rekor baru bagi AC Milan sebagai pengoleksi gelar Super Cup terbanyak saat itu.
Dominasi AC Milan di Babak Kedua
Dominasi AC Milan di babak kedua menjadi kunci penentu hasil akhir pertandingan UEFA Super Cup 2007 melawan Sevilla. Sempat kesulitan menembus pertahanan lawan di babak pertama, skuad asuhan Carlo Ancelotti berhasil menyesuaikan ritme permainan dengan lebih efektif.
Andrea Pirlo, yang terpilih sebagai Man of the Match, berperan vital dalam mengatur aliran bola yang memanjakan para penyerang Milan. Distribusi bola yang akurat mempermudah Inzaghi dan Kaka untuk menekan lini pertahanan Sevilla yang mulai kewalahan.
Pelatih Sevilla, Juande Ramos, mencoba melakukan perubahan taktis dengan memasukkan pemain pengganti untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Milan yang dipimpin Alessandro Nesta terbukti terlalu tangguh bagi upaya serangan balik Frédéric Kanouté dan rekan-rekannya.
Pertandingan di Stade Louis II akhirnya ditutup dengan skor 3-1 untuk keunggulan Milan. Hasil ini tidak hanya menegaskan dominasi AC Milan di Eropa pada musim tersebut, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi Kaka yang saat itu juga menyandang gelar UEFA Club Footballer of the Year.