Federasi Sepak Bola Qatar atau QFA menuntut Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menerapkan prinsip transparansi secara konsisten guna menjaga kredibilitas organisasi. Desakan tersebut disampaikan secara resmi menyusul polemik pernyataan bersama yang dirilis AFC bersama UEFA dan Concacaf terkait posisi Presiden FIFA Gianni Infantino.
Dalam surat resmi yang dikirimkan, Presiden QFA Syekh Hamad bin Khalifa bin Ahmed Al-Thani mempertanyakan langkah konfederasi yang mengeluarkan pernyataan atas nama seluruh anggota tanpa adanya konsultasi terlebih dahulu. QFA menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah dihubungi, baik secara formal maupun informal, sebelum dokumen tersebut dipublikasikan ke publik.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeLebih lanjut, pihak QFA mengungkapkan kekecewaannya karena tidak menerima draf rancangan pernyataan bersama maupun pemberitahuan awal apa pun. Hal tersebut membuat mereka kehilangan kesempatan untuk memberikan masukan atau tanggapan terhadap isi pernyataan yang turut membawa nama federasi-federasi anggota AFC.
Pernyataan bersama yang diterbitkan pada 10 Agustus tersebut sebelumnya menyebutkan bahwa sepak bola tidak boleh dikuasai oleh individu tertentu, yang ditengarai sebagai bentuk kritik tajam terhadap Gianni Infantino. Melalui langkah protes ini, QFA ingin memastikan bahwa tata kelola organisasi sepak bola regional tetap menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan komunikasi yang adil bagi seluruh negara anggota.
QFA Pertanyakan Otonomi Keputusan AFC
Langkah tegas yang diambil oleh Federasi Sepak Bola Qatar mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap mekanisme pengambilan keputusan di tubuh konfederasi regional. QFA menilai tindakan sepihak tersebut dapat mencederai rasa saling percaya di antara negara-negara anggota AFC.
"QFA mendesak AFC untuk menerapkan dengan konsisten prinsip-prinsip transparansi dan konsultasi agar kredibilitas organisasi tetap terjaga dan kepercayaan antar anggota semakin kuat," demikian poin penting yang disuarakan dalam surat protes resmi tersebut.
Polemik ini bermula dari dokumen gabungan antara AFC, UEFA, dan Concacaf yang menyoroti tata kelola sepak bola global serta kepemimpinan di tingkat tertinggi. Keterlibatan nama QFA tanpa persetujuan domestik memicu reaksi keras dari petinggi sepak bola Qatar yang menuntut penjelasan konkrit.
Hingga saat ini, pihak AFC belum memberikan tanggapan terbuka terkait surat protes resmi yang dilayangkan oleh QFA. Kasus ini dikhawatirkan dapat memicu perdebatan lebih luas mengenai batas kewenangan konfederasi benua terhadap asosiasi sepak bola nasional.