Petenis peringkat satu dunia Jannik Sinner secara resmi memutuskan untuk absen dari ajang Masters 1000 Cincinnati 2026 demi memulihkan kondisi fisik serta cedera ringan pada lutut kanannya. Keputusan tersebut diambil secara matang agar dirinya bisa tampil dalam kondisi seratus persen prima pada turnamen Grand Slam pemungkas musim ini.
"Kecemasan pada lutut kanan saya masih mengganggu dan saya harus menerima kenyataan bahwa saya belum sepenuhnya siap untuk berkompetisi saat ini, sehingga fokus utama saya sekarang adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi US Open," ujar Jannik Sinner menjelaskan situasi terkininya.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeLangkah kehati-hatian yang sangat ketat ini ditempuh oleh tim pelatih agar sang juara bertahan tidak mengambil resiko cedera yang lebih parah di lapangan keras outdoor. Sinner dipastikan bakal melangkah ke Flushing Meadows tanpa melakoni satupun pertandingan pemanasan resmi di Amerika Utara sebelumnya.
Kendati demikian, situasi unik ini justru membuka peluang besar bagi petenis asal Italia tersebut untuk mencetak sejarah baru di dunia tenis profesional. Berdasarkan catatan sejarah turnamen sejak era Masters 1000 dimulai pada 1990, belum pernah ada satu pun petenis putra yang mampu merengkuh trofi juara US Open tanpa tampil terlebih dahulu di Kanada atau Cincinnati.
Peluang Ukir Sejarah Baru Tanpa Pemanasan
Peluang emas kini berada di tangan Jannik Sinner untuk memecahkan rekor puluhan tahun apabila ia mampu keluar sebagai juara di New York nanti. Mengingat rekor historis menunjukkan dominasi para pemenang yang selalu melalui ajang pemanasan di kawasan Amerika Utara sebelum Grand Slam.
Absennya Sinner dari turnamen pemanasan tentu menghadirkan tantangan tersendiri dalam hal adaptasi ritme permainan di atas lapangan keras outdoor. Namun, prioritas kebugaran fisik jauh lebih diutamakan sang atlet demi menjaga peluang jangka panjang di pengujung musim kompetisi tenis.
Seluruh penggemar tenis dunia kini tentu menantikan bagaimana aksi sang unggulan utama dalam mengatasi kutukan sejarah tersebut di turnamen US Open 2026. Persiapan intensif dan pemulihan medis yang tepat diyakini bakal menjadi kunci utama performa puncaknya di Flushing Meadows.
Aksi heroik Jannik Sinner dalam memburu gelar juara Grand Slam tanpa turnamen pemanasan akan menjadi salah satu sorotan paling menarik di paruh kedua musim tenis tahun ini.