Profil UEFA Conference League mengupas tuntas turnamen antarklub sepak bola resmi yang berada di bawah naungan Union of European Football Associations atau UEFA. Ajang yang pertama kali bergulir pada tahun 2021 ini diposisikan sebagai kompetisi kasta ketiga di bawah bayang-bayang UEFA Champions League dan UEFA Europa League.
Gagasan pembentukan turnamen level bawah ini sejatinya telah dipertimbangkan oleh UEFA sejak tahun 2015 guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi klub-klub dari asosiasi anggota berperingkat lebih rendah untuk melangkah lebih jauh di kancah internasional. Setelah melalui berbagai tahap penggodokan, kompetisi ini resmi diluncurkan dalam siklus 2021-2024.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeSeiring berjalannya waktu, UEFA memutuskan untuk melakukan rebranding turnamen ini mulai musim 2024-2025 dengan menanggalkan kata "Europa" sehingga menjadi UEFA Conference League. Perubahan tersebut juga dibarengi dengan penerapan format baru berupa fase liga berisi 36 tim untuk menggantikan sistem grup tradisional.
Klub asal Italia, AS Roma, tercatat sebagai juara perdana kompetisi ini usai mengalahkan Feyenoord pada partai puncak edisi 2022. Sejak saat itu, ajang bergengsi ini terus melahirkan sejarah baru melalui keberhasilan berbagai klub top Eropa dalam merengkuh trofi juara.
Format Pertandingan dan Distribusi Hadiah UEFA Conference League
Sistem kompetisi UEFA Conference League dirancang secara kompetitif yang melibatkan babak kualifikasi, fase liga dengan 36 tim, hingga babak gugur yang dimulai dari play-off, babak 16 besar, perempat final, semifinal, hingga pertandingan final di tempat netral.
Tim-tim yang berhasil menempati peringkat delapan besar di fase liga berhak melaju secara otomatis ke babak 16 besar. Sementara itu, klub di peringkat kesembilan hingga ke-24 harus melalui babak play-off tambahan demi memperebutkan tiket sisa.
Selain gengsi trofi juara, UEFA juga menyediakan gelontoran dana hadiah yang menarik bagi setiap klub peserta. Besaran hadiah tersebut terbagi atas pembayaran tetap berdasarkan partisipasi dan hasil pertandingan, ditambah bonus performa di klasemen akhir.
Juara dari ajang UEFA Conference League juga mendapatkan keistimewaan berupa tiket otomatis untuk berlaga di fase liga UEFA Europa League pada musim berikutnya. Hal ini menjadikan kompetisi tersebut sebagai salah satu panggung paling diburu oleh klub-klub Eropa.