Juventus secara mengejutkan memutuskan untuk mengakhiri perburuan mereka terhadap kiper pemenang Piala Dunia, Emi Martinez, di bursa transfer musim panas ini. Keputusan ini diambil meskipun sempat ada kemajuan signifikan dalam negosiasi antara pihak klub dan Aston Villa.
Sebelumnya, Juventus dikabarkan telah mengajukan tawaran baru senilai 10 juta Euro untuk mendatangkan Emi Martinez. Langkah ini sempat memicu optimisme setelah Aston Villa sepakat mendatangkan kiper Parma, Zion Suzuki, sebagai pengganti.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeNamun, manajemen Juventus memiliki kekhawatiran mendalam terkait kondisi cedera jari yang dialami Emi Martinez sejak final Liga Europa. Faktor usia serta tuntutan gaji tinggi sang kiper juga menjadi pertimbangan utama mengapa manajemen akhirnya memilih untuk membatalkan kesepakatan tersebut.
"Juventus memutuskan untuk tidak melanjutkan proses transfer ini setelah menimbang berbagai faktor risiko cedera dan investasi jangka panjang," ungkap laporan dari pakar transfer sepak bola.
Guglielmo Vicario Jadi Bidikan Utama Juventus
Kini, drama kiper di Turin terus berlanjut seiring dengan semakin panasnya rumor mengenai ketertarikan Juventus kepada kiper Guglielmo Vicario. Klub dikabarkan sedang menjajaki opsi peminjaman dengan klausul pembelian permanen untuk pemain tersebut.
Dengan batalnya transfer Emi Martinez, Juventus kini harus bergerak cepat untuk mengamankan posisi kiper sebelum musim kompetisi 2026-27 resmi bergulir.
Perhatian Juventus kini sepenuhnya tertuju pada Guglielmo Vicario sebagai solusi alternatif di bawah mistar gawang. Sky Italia melaporkan bahwa diskusi antara kedua belah pihak kini semakin intensif.
Meskipun Vicario sempat mengalami tantangan performa pada musim lalu, banyak pihak meyakini bahwa perubahan suasana di Turin bisa menjadi momentum kebangkitan bagi kariernya. Manajemen Juventus melihat potensi besar untuk melakukan pembenahan di lini pertahanan.