Ruben Amorim sukses membawa AC Milan meraih kemenangan meyakinkan 4-2 atas Manchester United dalam laga uji coba pramusim yang berlangsung di Wroclaw, Polandia. Pelatih asal Portugal tersebut mengakui bahwa dirinya masih memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap Manchester United meskipun kini sudah menakhodai raksasa Liga Italia tersebut.
Pertandingan tersebut menjadi pertemuan perdana Amorim dengan Setan Merah sejak dirinya meninggalkan Old Trafford pada awal tahun ini. Meski sempat mengalami masa-masa sulit selama berkarier di Inggris, Amorim menegaskan tidak ada rasa dendam ataupun niat balas dendam dalam kemenangan telak AC Milan kali ini.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeLaga pramusim itu sendiri berjalan sangat ketat dan menghasilkan banyak gol. Manchester United sempat memimpin jalannya pertandingan lewat sundulan Harry Maguire dan gol dari Patrick Dorgu, namun AC Milan mampu bangkit melalui aksi Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, serta Ruben Loftus-Cheek.
Selepas pertandingan, Amorim dengan tegas menyatakan bahwa fokusnya saat ini sudah sepenuhnya tertuju pada proyek baru bersama AC Milan di San Siro. Ia merasa sangat bahagia dan bangga pernah menjadi bagian dari sejarah Manchester United, namun lembaran baru telah dibuka untuk menatap musim kompetisi mendatang.
Evaluasi Pertahanan Milan dan Alasan Pencoretan Pemain
Di balik kemenangan impresif tersebut, Ruben Amorim tetap menyoroti beberapa catatan penting terkait lini pertahanan AC Milan yang dinilai masih rapuh. Ia mengingatkan anak asuhnya untuk segera membenahi cara bertahan karena kebobolan gol mudah merupakan masalah yang harus diselesaikan sebelum liga resmi dimulai.
Selain membahas jalannya pertandingan, pelatih berusia 41 tahun itu juga memberikan penjelasan transparan mengenai keputusan manajemen mencoret beberapa nama besar dari skuad utama. Menurutnya, perampingan skuad menjadi langkah krusial agar klub tidak kelebihan beban pemain menjelang bergulirnya musim baru.
Sejumlah pemain bintang seperti Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, dan Christopher Nkunku harus rela tersingkir dari skuad utama karena jumlah pemain AC Milan sempat hampir mencapai 40 orang. Amorim menyebut keputusan tersebut sangat berat, namun mutlak dilakukan demi kelancaran program latihan dan masa depan tim muda.
Dengan berakhirnya rangkaian laga pramusim ini, AC Milan diharapkan mampu tampil lebih solid dan kompetitif di bawah arahan Ruben Amorim. Para pendukung Rossoneri kini menantikan kiprah perdana tim kesayangan mereka dalam menghadapi ketatnya persaingan kompetisi domestik maupun Eropa.