Alexia Putellas menjelma sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola wanita global berkat sederet prestasi luar biasa yang diraihnya di level klub maupun internasional. Gelandang serang asal Spanyol ini dikenal tidak hanya karena teknik individunya yang memukau di lapangan hijau, tetapi juga perannya sebagai pionir dalam memajukan profesionalisme olahraga sepak bola wanita.
Lahir di Mollet del Valles, Barcelona, kecintaan Putellas pada sepak bola sudah tumbuh sejak usia dini ketika ia sering bermain bersama anak-anak laki-laki di sekolahnya. Ia meniti karier usia muda di berbagai klub lokal seperti CE Sabadell dan sempat singgah di akademi Barcelona sebelum akhirnya mengasah kemampuan terbaiknya di tim senior Espanyol dan Levante.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribePuncak kejayaan karier klub Putellas diukir saat ia kembali memperkuat Barcelona mulai tahun 2012 dan sukses merajai kompetisi domestik maupun Eropa. Di bawah kepemimpinannya, Blaugrana Femeni mendominasi dengan mengoleksi banyak gelar juara liga domestik, Copa de la Reina, hingga trofi Liga Champions Wanita.
Reputasi global Putellas semakin melejit ketika ia mencatatkan sejarah sebagai pesepak bola wanita pertama yang menyapu bersih penghargaan bergengsi dalam tahun yang sama, yakni Ballon d'Or Feminin, Pemain Terbaik Wanita FIFA, serta Pemain Terbaik Wanita UEFA secara berturut-turut pada 2021 dan 2022.
Perjalanan Penuh Liku Menuju Puncak Kejayaan
Selain bersinar bersama klub, ia juga menjadi motor penggerak kesuksesan tim nasional wanita Spanyol di berbagai ajang internasional bergengsi. Kontribusi nyata dan kepemimpinannya di lapangan telah menginspirasi jutaan anak perempuan di seluruh dunia untuk menekuni dunia sepak bola tanpa ragu.
Perjuangan Alexia Putellas untuk mencapai level tertinggi tentu tidak didapat dengan mudah, mengingat berbagai tantangan sosial dan hambatan cedera berat sempat mewarnai perjalanan kariernya. Salah satu ujian terberat yang dihadapinya adalah cedera anterior cruciate ligament atau ACL yang membuatnya harus absen dari beberapa kompetisi penting.
Meski demikian, ketahanan mental dan profesionalismenya yang tinggi membuat Putellas mampu bangkit kembali dari cedera dan menunjukkan performa kelas dunia di atas lapangan hijau. Dedikasi tersebut menjadikannya figur teladan tidak hanya bagi rekan setimnya di Barcelona, tetapi juga bagi generasi pesepak bola muda masa kini.
Karakter kepemimpinan yang kuat sudah terlihat sejak ia dipercaya menjadi kapten tim di usianya yang masih sangat muda, sebuah cerminan dari kedewasaan dan visinya dalam membaca jalannya pertandingan. Gaya bermainnya yang cerdas dalam mencari ruang kosong kerap merepotkan barisan pertahanan lawan.