Aymeric Laporte menjadi salah satu figur bek tengah paling diperhitungkan di kancah sepak bola modern berkat perjalanan kariernya yang membentang dari Prancis, Inggris, Arab Saudi, hingga kembali ke panggung La Liga Spanyol. Lahir di Agen, Prancis, pemain bernama lengkap Aymeric Jean Louis Gérard Alphonse Laporte ini memiliki darah keturunan Basque dari kakek buyutnya yang kemudian membentuk jalan panjang karier profesionalnya.
Mengawali perkembangannya di akademi sepak bola lokal Agen, bakat besar Laporte tercium oleh pemandu bakat Athletic Bilbao saat ia berusia 15 tahun. Sebelum resmi bergabung ke Lezama pada tahun 2010, ia sempat menghabiskan satu musim di Bayonne karena batasan usia regulasi transfer internasional, yang kemudian mengantarkannya menembus skuad utama di bawah asuhan Marcelo Bielsa pada akhir tahun 2012.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeKonsistensi performanya di lini belakang Athletic Bilbao membuat namanya cepat melejit sebagai salah satu bek muda berbakat di Spanyol, hingga akhirnya diboyong oleh Manchester City pada Januari 2018. Bersama klub Premier League tersebut, Laporte menjadi bagian penting dari skuad asuhan Pep Guardiola yang merengkuh berbagai gelar bergengsi, termasuk treble domestik pada tahun 2019 dan treble kontinental pada tahun 2023.
Setelah menghabiskan dua musim berkarier di Liga Pro Saudi bersama Al-Nassr, Laporte memutuskan untuk kembali pulang ke klub masa mudanya, Athletic Bilbao, pada September 2025. Proses kepulangannya sempat diwarnai drama administratif dan banding sertifikat transfer internasional, namun akhirnya ia berhasil diikat kontrak berdurasi tiga tahun untuk memperkuat lini pertahanan Los Leones.
Transformasi Gaya Bermain dan Prestasi Gemilang Laporte
Di level internasional, perjalanan karier Laporte juga diwarnai cerita unik di mana ia sempat menjadi kapten berbagai kelompok umur tim nasional Prancis. Namun, setelah resmi mendapatkan kewarganegaraan Spanyol pada tahun 2021 atas inisiatif RFEF, ia memilih membela La Roja dan sukses merengkuh gelar juara di ajang Euro 2024 serta Piala Dunia 2026.
Sebagai seorang bek tengah modern, Aymeric Laporte dikenal memiliki kemampuan membaca permainan yang sangat baik serta ketenangan luar biasa dalam mengalirkan bola dari lini belakang. Postur tubuh yang ideal juga membuatnya sangat tangguh dalam duel udara, baik saat mengamankan area pertahanan maupun ketika maju membantu lini serang dalam situasi bola mati.
Pengalaman panjang yang ia peroleh di bawah arahan pelatih-pelatih top dunia seperti Marcelo Bielsa, Ernesto Valverde, dan Pep Guardiola telah membentuk pemahaman taktik yang sangat matang bagi pemain berusia 32 tahun tersebut. Ia tidak hanya piawai beroperasi sebagai bek tengah murni, tetapi juga beberapa kali dipercaya mengisi posisi bek kiri ketika tim membutuhkannya.
Selama memperkuat Manchester City, kontribusi statistik Laporte sangat masif dengan mencatatkan puluhan penampilan penting serta mencetak gol-gol krusial penentu gelar juara liga. Ketangguhannya di jantung pertahanan membantu City mencatatkan rekor-rekor fantastis, termasuk musim dengan raihan 100 poin di Premier League serta dominasi mutlak di kancah sepak bola Inggris.