Pietro Riva sukses merebut medali perak pada nomor maraton putra Kejuaraan Atletik Eropa 2026 yang dihelat di Birmingham setelah membukukan catatan waktu 2 jam 9 menit 18 detik. Atlet berusia 29 tahun asal Alba, Italia, tersebut tampil konsisten sepanjang perlombaan dan berhasil mengamankan podium kedua di belakang pelari asal Jerman, Amanal Petros, yang keluar sebagai juara.
Perlombaan yang berlangsung sengit tersebut diwarnai aksi pelarian krusial yang dilakukan Amanal Petros selepas kilometer ke-30. Petros berhasil melesat sendirian di depan dan mencatatkan waktu 2 jam 9 menit 11 detik untuk memastikan diri meraih medali emas Kejuaraan Eropa.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribePietro Riva yang dilatih oleh juara olimpiade Stefano Baldini menerapkan strategi balap yang sangat matang. Menyadari dirinya tidak mampu mengimbangi kecepatan luar biasa yang ditunjukkan Petros, ia memilih bertahan di kelompok pengejar sebelum melancarkan sprint mematikan di ratusan meter jelang garis finis.
Keberhasilan ini mengulang pencapaian impresif Riva yang sebelumnya juga meraih medali perak pada ajang serupa di Roma dua tahun lalu, meski saat itu diraih pada nomor setengah maraton. Hasil gemilang ini turut dipersembahkan untuk sang kekasih, Micol Majori, yang sebelumnya sukses menyabet medali perunggu di nomor 5.000 meter.
Strategi Cerdas Antarkan Pietro Riva ke Podium
Sementara itu, pelari Italia lainnya turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini, di antaranya Ahmed Oudah yang finis di posisi ke-18 dengan catatan waktu 2 jam 11 menit 45 detik. Di sisi lain, veteran berusia 41 tahun Daniele Meucci finis di urutan ke-23, sedangkan Xavier Chavrier menempati peringkat ke-32.
Kesuksesan Pietro Riva meraih medali perak maraton putra di Birmingham tidak lepas dari keputusan taktis yang diambilnya sepanjang perlombaan. Ia mengaku sengaja tidak memaksakan diri mengejar Amanal Petros yang melakukan gebrakan selepas titik 30 kilometer.
"Saya sangat senang, saya tahu betul cara mengontrol lomba hari ini dan membiarkan Petros pergi karena saya tidak bisa menandingi ritmenya," ujar Riva usai perlombaan.
Sepanjang rentang kilometer 30 hingga 40, Riva memilih untuk berkolaborasi secara taktis dengan kelompok pelari di belakang sambil menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar menjelang akhir perlombaan. Strategi tersebut terbukti ampuh ketika ia mengerahkan sisa tenaga untuk melakukan sprint penentu.