Afro-Spaniards adalah sebutan bagi warga Spanyol yang memiliki keturunan Afrika, mencakup garis keturunan dari Afrika Utara, Afrika Sub-Sahara, Afro-Karibia, Afro-Amerika, hingga Afro-Amerika Latin. Pemerintah Spanyol sendiri secara resmi tidak mengumpulkan data khusus mengenai etnis atau identifikasi ras dalam sensus penduduk mereka.
Meskipun tidak ada pencatatan resmi berbasis ras atau etnis, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperkirakan jumlah populasi Afro-Spaniards di negara tersebut. Berdasarkan penggabungan data dari sejumlah studi resmi, diperkirakan terdapat setidaknya 1.029.944 jiwa Afro-Spaniards yang tinggal di Spanyol.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeDari total populasi tersebut, sekitar 47 persen di antaranya tercatat lahir langsung di wilayah Spanyol, sementara 71 persen lainnya telah berstatus sebagai warga negara Spanyol yang sah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka telah berintegrasi secara mendalam ke dalam struktur sosial masyarakat setempat.
Secara demografi, terdapat lebih dari 1,3 juta penduduk di Spanyol yang lahir di berbagai negara di benua Afrika. Angka ini belum termasuk jutaan penduduk yang lahir di wilayah kantong Spanyol seperti Ceuta, Melilla, serta Kepulauan Canary yang secara geografis memang terletak di dekat atau di Afrika.
Populasi dan Demografi Warga Keturunan Afrika di Spanyol
Mayoritas penduduk kelahiran Afrika di Spanyol berasal dari Maroko, yang jumlahnya mencapai ratusan ribu jiwa baik sebagai warga negara maupun penduduk asing. Namun, dalam praktiknya, warga asal Afrika Utara umumnya tidak dikategorikan sebagai Afro-Spaniards kecuali mereka memiliki ciri fisik khas masyarakat Afro.
Di luar kelompok migran asal Maroko, jumlah penduduk di Spanyol yang lahir di negara-negara Afrika lainnya juga menunjukkan angka yang signifikan. Berdasarkan data dari badan statistik nasional, ratusan ribu penduduk di Spanyol tercatat memiliki ibu yang lahir di negara Afrika non-Maroko.
Dari jumlah tersebut, puluhan ribu di antaranya telah memegang status resmi sebagai warga negara Spanyol. Kehadiran komunitas ini memperkaya keragaman multikultural di berbagai kota besar di seluruh penjuru negeri.
Walaupun tantangan dalam pendataan demografi berbasis ras masih menjadi perdebatan, kajian lanjutan terus dilakukan oleh para peneliti untuk memahami dinamika sosial kelompok minoritas ini. Partisipasi mereka dalam berbagai sektor kehidupan di Spanyol semakin hari semakin terasa nyata.