Diletta Leotta baru-baru ini memicu perdebatan panas di media sosial setelah membagikan sejumlah potret dan video kunjungannya ke kawasan Gunung Etna, gunung berapi aktif tertinggi di daratan Eropa. Presentatrice asal Catania tersebut mengabadikan momen di Valle del Bove dengan membubuhkan keterangan bertuliskan "Etna is on fire".
Unggahan tersebut sontak dibanjiri berbagai komentar pedas dari warganet yang menyoroti etika serta tanggung jawab figur publik dalam memberikan contoh kepada para pengikutnya. Sejumlah netizen menilai pose fesyen yang ditampilkan sang presenter di tengah fenomena alam yang dahsyat dinilai kurang pantas dan berpotensi memicu tindakan tiruan yang membahayakan.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeKritik utama yang dilayangkan oleh para pengikutnya berpusat pada masalah keselamatan serta kepatuhan terhadap aturan akses ke kawasan vulkanik yang sedang aktif. Beberapa pengguna media sosial bahkan mempertanyakan izin yang dikantongi oleh tim pembuat konten tersebut saat mendekati area aliran lava.
Meskipun demikian, berdasarkan tayangan video yang dibagikan melalui kanal media sosial resminya, jarak fisik sebenarnya tidak sedekat yang terlihat dalam foto. Efek optik dari lensa kamera membuat pemandangan aliran lava tersebut tampak jauh lebih dekat dari posisi sang presenter berdiri.
Tanggapan Warganet Mengenai Faktor Keamanan
Hingga saat ini, kontroversi seputar unggahan liburan tersebut terus menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan warganet Italia. Perdebatan ini kembali mengangkat isu penting mengenai batasan etika pembuatan konten oleh para pesohor di kawasan alam bebas yang rentan terhadap risiko bencana.
Isu keselamatan menjadi sorotan utama dalam kolom komentar unggahan Diletta Leotta, di mana banyak pihak mengingatkan akan bahaya besar beraktivitas di sekitar gunung berapi aktif. Para pengikut menilai figur publik seharusnya lebih bijak dalam membagikan konten yang melibatkan lokasi-lokasi berisiko tinggi demi mencegah aksi coba-coba dari publik.
Beberapa netizen juga sempat menyinggung perihal regulasi lokal yang dikeluarkan oleh otoritas setempat terkait pembatasan akses masuk ke zona bahaya Gunung Etna. Kekhawatiran mengenai potensi pelanggaran aturan wilayah konservasi turut memperkeruh suasana diskusi daring tersebut.
Kendati menuai banyak kritik pedas terkait dugaan ketidakpatuhan aturan dan minimnya kepekaan situasi, sebagian pendukung tetap membela aksi sang presenter. Mereka berpendapat bahwa tidak ada aturan hukum yang secara nyata dilanggar dalam kunjungan wisata edukatif dan rekreatif tersebut.