Ajang kompetisi sepak bola paling bergengsi di benua biru, UEFA Euro 2020, menyimpan berbagai cerita unik karena diselenggarakan tidak seperti edisi-edisi sebelumnya. Turnamen akbar edisi ke-16 ini diinisiasi untuk merayakan hari jadi ke-60 kejuaraan Eropa dengan konsep pan-Eropa di berbagai kota terpilih.
Berdasarkan jadwal awal, turnamen tersebut sedianya dilangsungkan pada pertengahan tahun 2020. Namun, pembatasan ketat akibat pandemi COVID-19 memaksa UEFA menunda pelaksanaannya ke bulan Juni hingga Juli 2021 sambil tetap mempertahankan identitas nama turnamen serta daftar kota penyelenggaranya.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribePemilihan format multi-negara ini menjadikan ajang tersebut sebagai salah satu turnamen internasional paling kolaboratif dalam sejarah sepak bola modern. Sebanyak 11 kota di berbagai penjuru benua Eropa dipercaya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertandingan demi memeriahkan hari ulang tahun kejuaraan.
Puncak turnamen ditutup dengan kesuksesan tim nasional Italia merengkuh gelar juara Eropa kedua mereka. Pasukan Negeri Pizza keluar sebagai yang terbaik usai mengalahkan Inggris lewat drama adu penalti di partai final yang berlangsung menegangkan.
Dinamika Tuan Rumah dan Regulasi Baru di Lapangan
Pelaksanaan turnamen lintas negara ini diwarnai dengan sejumlah penyesuaian tempat pertandingan menyusul kendala kesiapan infrastruktur dari beberapa kota yang diajukan sebelumnya. Stadion Wembley di London pun mendapat kehormatan besar untuk menggelar partai-partai penentu termasuk babak semifinal dan pertandingan final.
Selain penyesuaian lokasi, pihak penyelenggara juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat serta aturan khusus untuk melindungi kesehatan para pemain dan penonton yang hadir di stadion. Aturan tersebut mencakup penerapan regulasi pergantian pemain tambahan serta penggunaan teknologi video assistant referee untuk pertama kalinya.
Meski menghadapi tantangan logistik dan situasi kesehatan global yang belum pernah terjadi sebelumnya, ajang ini mendapat sambutan yang sangat meriah dari para penikmat sepak bola dunia. Tingkat produktivitas gol yang tinggi serta jalannya pertandingan yang kompetitif menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta si kulit bundar.
Kesuksesan perhelatan akbar ini membuktikan ketangguhan dunia sepak bola dalam menghadapi krisis sekaligus mencatatkan standar baru bagi penyelenggaraan turnamen olahraga internasional di masa depan.