Mostafa Ziko menjel menjelma sebagai salah satu winger paling berbahaya di Liga Mesir sebelum akhirnya memperkuat tim nasional di panggung Piala Dunia 2026. Pemain bernama lengkap Mostafa Mohamed Zaky Abdelraouf ini mengawali langkah profesionalnya dari bawah bersama Gomhoriat Shebin sebelum namanya melambung bersama Haras El Hodoud.
Karier gemilang Ziko tidak diraih dengan instan di atas lapangan hijau. Sejak kehilangan sang ayah pada usia 14 tahun, ia sempat harus bekerja di toko pakaian keluarga di Shibin El Kom untuk membantu perekonomian sebelum fokus sepenuhnya meniti karier sebagai pesepak bola profesional.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeNamanya semakin diperhitungkan ketika ia bergabung dengan ZED FC dan keluar sebagai pencetak gol terbanyak klub dalam dua musim berturut-turut. Konsistensi permainan serta ketajamannya di lini depan membuat klub-klub raksasa Mesir saling berebut tanda tangannya.
Puncak pencapaian klubnya dirasakan setelah ia hijrah ke Pyramids FC pada Agustus 2025 dengan kontrak jangka panjang hingga 2029. Bersama klub barunya tersebut, ia langsung mempersembahkan berbagai gelar bergengsi di musim perdana.
Bersinar di Piala Dunia Bersama Timnas Mesir
Keberhasilan Mostafa Ziko menembus skuad senior Timnas Mesir pada tahun 2026 menjadi bukti nyata atas kerja kerasnya di level klub. Meskipun sempat tidak menyangka akan mendapat panggilan internasional, ia langsung dipercaya untuk membela negaranya di ajang Piala Dunia 2026.
Tampil di turnamen sepak bola akbar tersebut, Ziko langsung mencuri perhatian publik internasional lewat kontribusi impresifnya di lini serang. Ia sukses mencetak dua gol penting yang membawa Mesir melaju hingga babak 16 besar turnamen.
Julukan "Ziko" yang melekat pada dirinya sendiri terinspirasi dari legenda sepak bola Brasil, Zico, karena sang ayah amat mengagumi gaya permainan sang maestro. Kini, nama Ziko tidak hanya menjadi kenangan bagi sang ayah, tetapi juga ikon baru sepak bola Mesir.
Dengan usia yang masih kompetitif serta performa yang terus meningkat di level domestik maupun internasional, masa depan karier Mostafa Ziko diprediksi bakal semakin bersinar terang di tahun-tahun mendatang.