Ajang 2014 UEFA European Under-17 Championship menjadi edisi ke-13 dari kejuaraan sepak bola tahunan kelompok umur di bawah 17 tahun pria yang diselenggarakan secara resmi oleh UEFA. Turnamen puncak kompetisi bergengsi ini untuk pertama kalinya dalam sejarah dilangsungkan di Malta pada 9 hingga 21 Mei 2014 setelah terpilih melalui sidang Komite Eksekutif UEFA di Istanbul, Turki.
Sebanyak 53 tim nasional berpartisipasi melalui dua babak kualifikasi yang ketat dari September 2013 hingga Maret 2014 guna mendampingi sang tuan rumah Malta. Persyaratan usia menetapkan bahwa para pemain yang lahir setelah 1 Januari 1997 berhak untuk memperkuat negara masing-masing dalam turnamen kelompok umur tersebut.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeEdisi kali ini juga menghadirkan sejumlah catatan sejarah menarik, termasuk keikutsertaan perdana tim nasional Gibraltar di ajang resmi UEFA. Selain itu, kejuaraan ini menjadi kompetisi pertama UEFA yang mengizinkan wasit menggunakan alat bantu semprotan busa atau vanishing spray saat mengatur pagar betis tendangan bebas.
Timnas Inggris sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Belanda melalui drama adu penalti di partai final yang menegangkan. Kemenangan tersebut sekaligus mengamankan gelar juara Eropa U-17 kedua bagi Inggris serta pelatih John Peacock setelah sempat meraihnya empat tahun sebelumnya.
Format Kualifikasi dan Pengundian Grup
Proses kualifikasi menuju putaran final 2014 UEFA European Under-17 Championship terbagi ke dalam dua tahapan utama, yakni babak kualifikasi dan babak elite. Sebanyak 53 tim nasional saling sikut dalam 13 grup pada babak pertama sebelum menyisihkan tim-tim terbaik yang melaju ke babak elite bersama Jerman yang langsung lolos otomatis.
Pengundian resmi pembagian grup putaran final dilangsungkan di Saint James Cavalier, Valletta, dengan dipimpin langsung oleh pejabat tinggi komite usia muda UEFA serta legenda sepak bola setempat. Tim tuan rumah Malta secara otomatis menempati posisi unggulan pertama di Grup A, sementara kontestan lainnya diundi secara berurutan.
Regulasi turnamen menerapkan kriteria ketat penentuan peringkat apabila terdapat dua tim atau lebih yang mengumpulkan poin sama pada akhir fase grup. Jika aturan utama belum memisahkan posisi, panitia memberlakukan kriteria lanjutan termasuk adu penalti apabila dua tim yang imbang bertemu pada laga pamungkas grup.
Memasuki babak sistem gugur, regulasi kompetisi menetapkan bahwa penentuan pemenang langsung dilanjutkan melalui adu penalti tanpa melalui babak tambahan waktu jika skor berakhir imbang. Seluruh jadwal pertandingan resmi yang digelar mengikuti zona waktu Central European Summer Time.