Timnas Austria mencatat sejarah kebangkitan gemilang di kancah sepak bola internasional setelah sukses mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026 di bawah arahan pelatih berpengalaman Ralf Rangnick. Perjalanan panjang tim berjuluk Wunderteam ini diwarnai berbagai dinamika, mulai dari masa kejayaan pada era 1930-an hingga fase pasang surut yang menguji mentalitas skuad asuhan Asosiasi Sepak Bola Austria atau ÖFB.
Pada era 1930-an di bawah asuhan pelatih legendaris Hugo Meisl, Austria sempat dijuluki sebagai Wunderteam atau tim ajaib karena dominasinya di daratan Eropa. Diperkuat oleh bintang lapangan seperti Matthias Sindelar, Austria berhasil menembus semifinal Piala Dunia 1934 serta merengkuh medali perak pada ajang Olimpiade Berlin 1936 meski sempat diwarnai berbagai kontroversi laga.
Related Stories
Berlangganan Berita Bola Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar sepak bola!
SubscribeNamun, sejarah kelam Perang Dunia II dan peristiwa An後は 1938 membuat federasi sempat dibubarkan dan para pemainnya diintegrasikan ke dalam tim nasional Jerman. Setelah perang berakhir pada 1945, skuad nasional Austria kembali dibentuk dan langsung mencatatkan prestasi membanggakan dengan finis di peringkat ketiga pada ajang Piala Dunia 1954 di Swiss.
Memasuki dekade berikutnya, prestasi tim nasional mengalami fluktuasi yang cukup tajam hingga harus menghadapi masa-masa sulit pada era 1990-an dan 2000-an. Sempat menjadi tuan rumah bersama Euro 2008, Austria kesulitan berbicara banyak di turnamen mayor sebelum akhirnya bangkit secara konsisten melalui penampilan impresif di Euro 2016, Euro 2020, dan Euro 2024.
Transformasi Warna Jersey dan Rivalitas Klasik Austria
Kebangkitan tersebut semakin memuncak ketika Ralf Rangnick sukses membawa Austria lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah absen selama 28 tahun dari ajang akbar tersebut. Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman bertanding yang solid, Austria kini siap membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu kekuatan sepak bola modern di Eropa.
Selain catatan prestasi di atas lapangan hijau, Timnas Austria juga memiliki identitas visual yang unik melalui pemilihan warna jersey kandang tradisional mereka. Jersey utama Austria secara historis mengusung kombinasi warna putih untuk kaus, celana hitam, dan kaus kaki putih yang terinspirasi dari Ordo Teutonik.
Pada tahun 2004, pelatih sekaligus penyerang legendaris Austria Hans Krankl mengambil keputusan besar untuk mengubah warna utama jersey kandang menjadi merah. Langkah tersebut dilakukan agar seragam tim nasional sesuai dengan warna bendera Austria yaitu merah-putih-merah serta memberikan pembeda yang tegas dari negara tetangga mereka.
Terkait rivalitas di atas lapangan, tim nasional Jerman telah lama menjadi musuh abadi bagi Austria sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua. Pertemuan kedua negara tetangga ini selalu menyajikan tensi tinggi, termasuk momen kontroversial pakta non-agresi di Gijon pada ajang Piala Dunia 1982 di Spanyol yang hingga kini masih sering dikenang oleh para pecinta sepak bola.